Most Popular

Di Balik Mimpi, Terbentang Keajaiban: Kisah Sri Sakti dan Permata Hati Ibu

"wanita mungil dengan mata yang memancarkan keteduhan, tak pernah membayangkan dirinya akan menjadi pionir pendidikan gratis."

3 min read

 


Di jantung Kota Tulungagung, Jawa Timur, berdiri kokoh sebuah bangunan yang menyimpan kisah perjuangan dan keajaiban. Ini bukan sekadar sekolah, melainkan mimpi yang terwujud, asa yang dipelihara, dan bukti bahwa kebaikan selalu berbuah manis. Ini adalah kisah Sri Sakti dan Permata Hati Ibu, sebuah lembaga pendidikan gratis yang lahir dari tanah cinta dan disirami oleh kegigihan.

Sri Sakti, wanita mungil dengan mata yang memancarkan keteduhan, tak pernah membayangkan dirinya akan menjadi pionir pendidikan gratis. Namun, takdir berkata lain. Keinginan untuk membantu sesama, terutama anak-anak yatim piatu dan duafa, bersemayam kuat dalam hatinya. Di tahun 2004, bersama sang suami, Pak Yudi, ia memulai langkah awal dengan mendirikan PAUD Permata Hati Ibu.

Tak bermodal gedung megah atau fasilitas mewah, mereka hanya memiliki teras rumah sederhana dan tekad yang tak terbendung. Sejak pagi, Sri Sakti menjadi relawan di lembaga lain, sementara Pak Yudi bekerja keras mencari nafkah. Sore hari, teras rumah mereka disulap menjadi ruang belajar bagi anak-anak yang membutuhkan.

Awalnya, tantangan menghadang bak ombak ganas. Stigma masyarakat tentang kualitas pendidikan gratis menjadi batu sandungan. Keterbatasan dana pun menjadi momok yang menggelayuti setiap langkah. Namun, Sri Sakti dan Pak Yudi tak pernah goyah. Mereka percaya, ketulusan dan perjuangan akan membuka pintu keajaiban.

Perlahan, keajaiban itu pun mulai menampakkan wajahnya. Bantuan dari para donatur, meski tak seberapa, terasa bagai manna dari langit. Senyum anak-anak yang belajar dengan semangat menjadi penguat langkah mereka. Setiap tetes keringat yang jatuh disiram oleh doa dan keyakinan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang berbuat baik.

Keajaiban terbesar datang dalam bentuk uluran tangan tak terduga. Seorang pengusaha yang terenyuh oleh kisah mereka di sebuah acara televisi, mengulurkan bantuan dana yang cukup untuk membangun gedung sekolah yang layak. Mimpi demi mimpi mulai terwujud.

Pada tahun 2010, PAUD Permata Hati Ibu bertransformasi menjadi Mi Modern Sakti Permata Hati Ibu. Tak hanya bangunan yang berubah, semangat dan kualitas pendidikan pun terus meningkat. Sekolah ini kini menampung 134 santri, dan telah meraih akreditasi A dari pemerintah.

Di balik kesuksesan ini, terjalin kisah-kisah haru yang tak terlupakan. Kisah anak yatim piatu yang berhasil meraih juara olimpiade, kisah anak berkebutuhan khusus yang menemukan kepercayaan dirinya, dan kisah para guru yang mengabdikan diri dengan sepenuh hati.

Sri Sakti dan Permata Hati Ibu adalah bukti bahwa mimpi, meski lahir di ruang sempit, bisa membubung tinggi. Mereka adalah cerminan bahwa kebaikan, meski diterpa badai keraguan, akan selalu berbuah manis. Kisah mereka bukan sekadar kisah perjuangan, tapi juga kisah tentang keajaiban yang terbentang di balik mimpi, kisah tentang cinta yang mengalahkan segala rintangan, dan kisah tentang bagaimana pendidikan gratis bisa menjadi cahaya harapan bagi anak-anak yang membutuhkan.

Perjalanan Sri Sakti dan Permata Hati Ibu masih panjang. Masih banyak mimpi yang ingin diwujudkan, masih banyak anak yang membutuhkan pelita. Namun, dengan tekad yang tak pernah padam dan keyakinan yang teguh, mereka akan terus melangkah, menerangi jalan dengan cahaya pendidikan, dan membuktikan bahwa keajaiban selalu ada bagi mereka yang berani bermimpi dan berbuat baik.

Dan di balik setiap langkah mereka, kita semua bisa belajar. Bahwa mimpi itu nyata, bahwa kebaikan itu berbuah manis, dan bahwa di tangan kita, keajaiban bisa terwujud. Jadi, marilah kita bersama-sama, menjadi bagian dari kisah keajaiban Permata Hati Ibu, dan bersama-sama, menerangi dunia dengan cahaya pendidikan dan kebaikan.

Post a Comment